SABANG: I Miss You, Anata Ga I Nakute Sabishii Desu, Wo Xiangnian Ni, Tu Me Manques, Te Echo De Menos, Ich Vermisse Dich, Mou Leipeis

Dari Sabang sampai Merauke Berjajar pulau-pulau, Sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia.

Dari sepenggal syair lagu “DARI SABANG SAMPAI MERAUKE” yang merupakan karya cipta dari R. Suharjo tersebut,  sudah dapat dipastikan bahwa ujung barat indonesia ada di Sabang yang terletak di Pulau Weh bagian dari wilayah administratif  Nangroe Aceh Darussalam.  Semua anak Indonesia mengenal nama Sabang, tapi banyak yang tidak mengetahui dimana itu Sabang dan ada apa aja di sana, bahkan banyak yang salah menyebut bahwa Sabang adalah sebuah pulau (“Pulau Sabang”), termasuk beberapa pertanyaan yang sering muncul di quiz yang ada di tayangan televisi  nasional.

Nah untuk sekedar mengingatkan pikiran kita (gak perlu dihafal, tapi terhafal) bahwa Sabang atau tepatnya Kota Sabang merupakan zona ekonomi bebas Indonesia, ia sering disebut sebagai titik paling utara Indonesia (Pulau Rondo). Dari segi geografis Indonesia, wilayah Kota Sabang merupakan wilayah administratif paling utara, dan berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, Thailand, dan India. Wilayah Kota Sabang dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.

Ada beberapa pulau yang terdapat di sekitar pulau Weh yang masuk dalam wilayah Kota Sabang yaitu: Pulau Klah (0,186 km²),  Pulau Rondo (0,650 km²),  Pulau Rubiah (0,357 km²) dan Pulau Seulako (0,055 km²).

Ada juga danau air tawar di Sabang bernama Danau “Aneuk Laot”. Nah di sini dulu saya dan teman-teman semasa kecil sering juga menghabiskan waktu untuk menghilangkan kejenuhan memancing ikan mujahir. Walaupun lebih sering dan asyik sebenarnya mancing di laut.

Pulau Weh sebenarnya merupakan sebuah pulau vulkanik, sebuah pulau atol (pulau karang) yang proses terjadinya mengalami pengangkatan dari permukaan laut.

Pada tahun 1965 pemerintahan Kotapraja Sabang (pada saat itu) berdasarkan UU No 10/1965  merintis gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas. Gagasan itu kemudian diwujudkan dan diperkuat dengan terbitnya UU No 3/1970 tentang Perdagangan Bebas Sabang dan UU No 4/1970 tentang ditetapkannya Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Dan atas alasan pembukaan Pulau Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Sabang terpaksa dimatikan berdasarkan UU No 10/1985. Kemudian pada tahun 1993 dibentuk Kerja Sama Ekonomi Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang membuat Sabang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi di kawasan Asia Selatan.

Pada tahun 2000 terjadi Pencanangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid di Sabang dengan diterbitkannya Inpres No. 2 tahun 2000 pada tanggal 22 Januari 2000. Dan kemudian diterbitkannya Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2000 tanggal 1 September 2000 selanjutnya disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang. Aktivitas Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang pada tahun 2002 mulai berdenyut dengan masuknya barang-barang dari luar negeri ke kawasan Sabang. Tetapi pada tahun 2004 aktivitas ini terhenti karena Aceh ditetapkan sebagai Daerah Darurat Militer.

Wah ribet, pusing mikirin yang gituan, di tinjau dari segi geografis lah, dari segi ekonomi lah dst, mendingan kita beralih ke hal-hal lain aja dulu tentang Sabang, tapi gak apa apa yang tadi sekilas info aja.

Lanjut lagi, ketika Gempa & Tsunami aceh terjadi tanggal 26 Desember 2004, Sabang relatif lebih aman karena palung-palung di Teluk Sabang yang sangat dalam memberi keuntungan bagi Sabang sehingga selamat dari tsunami bahkan Sabang dijadikan sebagai tempat transit udara dan laut yang membawa bantuan untuk korban tsunami di daratan Aceh pada saat itu.

Satu lagi info yang ketinggalan bahwa di sabang lah berdiri Tugu Kilometer Nol yang menjadi penanda daratan paling barat wilayah Nusantara yang letaknya di dalam kawasan hutan wisata Sabang di Ujung Ba’u, Kecamatan Sukakarya, dan diresmikan pada 9 September 1997 oleh Try Sutrisno, yang kala itu menjabat sebagai wakil presiden RI. Namun,  prasasti yang menjelaskan posisi astronomis tersebut baru dipasang 15 hari kemudian dan ditandatangani Prof Dr Ing B.J. Habibie, yang saat itu menjadi menteri negara riset dan teknologi/ketua BPPT, yang berisi tulisan “Anda Telah Tiba di Km 0 Indonesia”. Di puncak bangunan terdapat patung burung Garuda yang menggenggam angka nol.

Untuk menunjukkan bahwa pengunjung benar-benar sudah sampai di titik terbarat Nusantara itu kita bisa meminta bukti otentik dan resmi yaitu, sertifikat dari Pemerintah Kota Sabang. Itupun kalau masih ada karena Pemerintah Kota Sabang hanya menyediakan sekian puluh ribu sertifikat setiap tahunnya. Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke tugu tersebut membuat jatah sertifikat itu habis sebelum akhir tahun. Jadi supaya kebagian sertifikat datanglah di awal tahun. Tapi untuk tidak mengecewakan pengunjung bisa memesannya dan akan dikirim ke alamat. Sekarang saya gak tau apakah masih seperti itu. Ada yang bisa bantu infonya tentang sertifikat ini……?????????

Di masa kecil saya dulu ada 3 wilayah kota yang terkenal di Sabang, yaitu Kota Atas,  kota bawah timur & kota bawah barat.  Kota Atas mempunyai tempat wisata baharinya antara lain Tapak Gajah, Pantai kasih (Pante Kasih, kata kami dulu) dll. Kota Bawah barat, tempatnya para nelayan dari mulai pasiran sampai Aneuk laot. Dulu di masa saya,  SMP Negeri 1 Sabang ada di situ untuk kelas 1 nya sedangkan kelas 2 & 3 ada di Bakaran Batu Kota Atas (capek deh…). Dapat dibayangkan tiada hari tanpa berenag di laut (mandi laot:  istilah kami). Cabot (kata kami) alias bolos sekolah dah biasa, paling gak nongkrong di dermaga atau mandi Sembat (maksudnya mandi di kolam renang: Sweam Bath, katanya bahasa Belanda), he he he Sabang banget bahasanya.

Terus Kota Bawah Timur terkenal dengan anak anaknya yang luar biasa….. Bandelnya tapi pinter pinter terutama anak anak “Kongsi” sama anak “Lhok Panglima”, ya beda tipis lah, sorry buat anak-anak sana PEACE cuma nostalgia kok. Seorang sahabat saya berasal dari sana, namanya Rimansyah atau lebih lengkap nama lahirnya RIMAN ANDERSON LUTIAH (he he he.. dimana dikau sekarang sahabatku).  Info terakhir dia udah jadi pelaut sejati, uda keliling dunia, seluruh samudera dan lautan di dunia uda dia seberangi sesuai cita-cita kami dulu, cuma saya aja yang gak kesampaian.  Maaf, kok jadi curhat..  he he he, ya udalah segitu aja dulu ntar kalau ada waktu saya tulis lagi lanjutannya di episode kedua.  Oke coi..!! Check out..!!!!

Sabang: “KENANGAN TERINDAH” yang “TAK LEKANG OLEH WAKTU” meminjam istilah Rahmi sahabat saya di “MISVI FAPERTA GROUP”.

BENTENG ANOI ITAM

PANTAI SUMUR TIGA

DANAU ANEUK LAOT

PANTAI UJUNG KAREUNG

Iklan

11 comments

  1. TuLaNg………

    tHu kOq aDDa pOtO aBaNg2 yG oRaNg KONGSI…….????????

    yG pAkEk bAjU bIrU,,,
    nAeK mEgA pRo bL mErA…………..

  2. Wah, aku jadi kangen sabang juga, dulu aku tinggal di kota sabang, dari TK sampai kelas 1 SMP sekolah di sana dan tinggal di Komplek Walet karena bapakku tugas dan tinggal disitu…aku jadi ingat dulu aku bersekolah di TK PERTIWI, SD SWASTA PERTIWI SABANG DAN SMPN1 SABANG..Hehe..tapi sekarang sabang udah jauh berubah dari yang dulu, sabang makin indah, tapi sayang untuk kelas 2 SMP dan seterusnya aku musti balik lagi ke yogya kampung halamanku…yang jelas aku cinta kota sabang! salah satu kota paling damai di Indonesia 🙂

    • putri tinggal d komplek walet tahun brp?saya tinggal di sana smp oktober 2002.kenal sama Mb Ria atau Rini?sejak tsunami jd lost contact

  3. Saya pengen ke sabang nih bro, dari Medan ini gmn yah… belum pernah kesana.., ada rekomendasi buat penginapan gak?

  4. wah gmana ya sabang skarang,dlu q jga tk n sd d sabang, tpatnya d tk pertiwi sama cem putri.klo sd krn rmah pindah sd pun pindah2 pertama dkat tk pertiwi d klas 1 n 2 ntah apa nmany tu lupa dah tp d pertengahan klas 2 pindah ke sd neg bakaranbatu yg d samping smp bakaran batu tu lo,mpek klas 5 sd.rmah ku dlu d dpan smp bakaranbatu yg ada pohon coklat n pohon manggany d sbelah knan rmah pengrajin lemari. gmna ya sabang skarang

  5. wah gmana ya sabang skarang,dlu q jga tk n sd d sabang, tpatnya d tk pertiwi sama cem putri.klo sd krn rmah pindah sd pun pindah2 pertama dkat tk pertiwi d klas 1 n 2 ntah apa nmany tu lupa dah tp d pertengahan klas 2 pindah ke sd neg bakaranbatu yg d samping smp bakaran batu tu lo,mpek klas 5 sd.rmah ku dlu d dpan smp bakaranbatu yg ada pohon coklat n pohon manggany d sbelah knan rmah pengrajin lemari tu pun klo msih ada.sbelah knnrmah awak ada lapangan poli.dlu pernah ada layar tancep dsitu,wlau jadul tp krna bru pertama x lhat jd mrasa seru nontonny. gmna ya sabang skarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s