Brigjen TNI (Purn) Drs. H. Herman Sarens Soediro

Pendidikan:

–         HIS, SMP

–         SMA

–         Kupaltu 2

–         Kupalda 3

–         Seskoad

Karir Militer:

–         Komandan Kompi Tentara Pelajar Siliwangi, Banjar

–         Komandan Peleton Divisi Siliwangi, Garut (1946)

–         Komandan Kompi Divisi Siliwangi, Jakarta (1949)

–         Wakil Komandan Batalyon Divisi Siliwangi, Bandung (1959)

–         Komandan Batalyon Divisi Siliwangi, Bandung (1959)

–         Karo Suad 2 MBAD, Jakarta (1964)

–         Paban Suad 2 Mabad, Jakarta (1966) Dan Brig Kosatgas Mabad,                    Jakarta (1966)

–         Wadan Korps Markas Hankam, Jakarta (1969)

–         Komandan Korps Markas Hankam (1970)

Kilas Balik

Suatu ketika di bulan Mei 1949, sebelum tentara Belanda masuk ke Kecamatan Subang Kabupaten Kuningan untuk kedua kalinya. Saat itu banyak prajurit TNI yg menginap di rumah-rumah penduduk selama beberapa malam. Mereka tersebar di beberapa kampung  di sekitar lereng gunung yg masih masuk wilayah itu. Diantaranya Desa Subang, Jalatrang, Pamulihan, Legokherang, Cilebak, Jalatrang, Kampung Mandapa. Mereka menunggu perintah operasi dari markas besar komando djawa (MBKD) Cop. X4 yang pada waktu itu, kedudukannya berada di Kampung Cijambu Desa Subang.

Keberadaan TNI di sana, diketahui mata-mata Belanda. Karena setelah tentara Siliwangi meninggalkan Subang, tiba-tiba datang serangan udara dengan menggunakan pesawat pemburu Belanda dengan senjata 12,7 ke desa Subang. Mendapat serangan tiba-tiba itu membuat rakyat dan tentara menjadi kocar-kacir, peristiwa itu disebut “Subang Direrede”.

Tanggal 15 Juli 1949, MBKD mengeluarkan perintah khusus pada Letnan Satu (Lettu) Herman Sarens Soediro sebagai komandan staf decking MBKD Cop. X4. Surat perintah Nomor IX7/MBKD/XY/49, yang isinya memerintahkan:

  • Staf decking MBKD (pas. LT. K. Heram dan SM Asep) dijadikan satu dengan LT Herman sebagai CDT dan SM Asep dijadikan wakilnya.
  • Mulai tanggal 10/6/1949 sampai ada perintah lain terlepas dari kewajiban sebagai staf decking dan khusus diwajibkan mengusir Belanda dari Subang tactish di bawah KMD-KODM Subang.
  • Seluruh pemuda dan rakyat membantu gerakan tersebut,
  • Mulai tanggal yang telah ditetapkan dengan pesan,
  • Rakyat esok menunggu jangan jauh dari lobang perlindungan.
  • Detail uitvoering terserah pada CDT-CDT dan pimpinan yang bersangkutan,
  • Selamat berjuang dan tentu menang,
  • Selesai.

Di keluarkan di lapangan pada tanggal 15 Juli 49 jam 16.00. a/n Panglima, Wakil Kepala Staf Teritorial, ttd, Sukanda Bratamanggala, Letnan Kolonel.

Berdasarkan surat perintah khusus tersebut, Lettu Herman Sarens Soediro mendapat perintah untuk mengusir Belanda dari Subang. Bulan Juli 1949 dilakukan penyergapan pertama terhadap Makras Serdadu Belanda berkekuatan 1 kompi. Penyergapan ini dipimpin langsung Lettu Herman Sarens Sudiro.

Terjadi vuur contact (kontak senjata) sehingga pihak Belanda mengalami kerugian banyak tentaranya yang gugur. Sementara dari pasukan Herman Saren Soediro, yang tewas hanya satu orang bernama Muskim. Keberhasilan penyergapan pertama membuat dia merencanakan penyerangan lanjutan.

Pada suatu sore (tdk jelas harinya apa), pukul 17.00 wib ketika serdadu Belanda sedang santai dan jumlahnya demikian banyak. Mereka berkumpul di alun-alun Subang ada yang bermain sepak bola juga ada yang menonton. Lettu Herman Saren Soediro dengan dua kompi tentara dan dibantu satu peleton pemuda Subang.

Melakukan penyerangan dari tiga arah, Lettu Herman dengan pasukannya menyerang dari sebelah utara (pasir Kadupugar. Kompi Aria Kamuning dari Kuningan menyerang dari sebelah barat atau pasir Manggu. Sedangkan sebelah selatan oleh pemuda Subang tepatnya dari pasiur Wuni.

Serangan pasukan Siliwangi di bawah komanda Lettu Herman Saren Sudiro membuat Belanda mengalami kerugian jiwa dan material tidak sedikit. Kendati perlawanannya cukup sengit, namun Belanda tidak bisa bertahan lama. Akhirnya mereka meninggalkan Subang ke Kabupaten Ciamis.

Karena merasa marah atas kekalahannya, Belanda sebelum meninggalkan Subang, mereka membakar rumah penduduk yang menghanguskan sejumlah 648 rumah, 19 langgar (mushola) dan tiga buah masjid. Subang pada waktu itu menjadi lautan api namun masyarakat bersuka cita karena Belanda bisa disingkirkan.

Lettu Herman Saren Soediro, merupakan perwira tentara pelajar Siliwangi yang disebut Corps Pelajar Siliwangi (CPS) di daerah Priangan Timur. Pada kesatuan itu, ia menjabat sebagai komandan kompi untuk Banjar Kabupaten Ciamis. Selama perang kemerdakaan I, ia berjuang bersama Kapten Amir Machmud (selanjutnya jadi ketua MPR).

Habis Manis Sepah Dibuang.

Melihat cerita di atas seberapa pantaskah pemerintah (TNI AD) yg nyata-nyata tempat dimana beliau di bentuk, dibesarkan, memperlakukan beliau. Sementara di luar sana masih banyak koruptor yang masih berkeliaran merampas uang Negara yang tidak ditindak. Bahkan para petinggi & mantan petinggi TNI yang tidak ikut dalam perjuangan kemerdekaan pun masih bisa jalan melenggang manis bak pragawan yg berkantong tebal yg isinya uang Negara.

Terlepas dari salah atau tidak beliau kenapa baru sekarang di ungkit kembali, bukankah masih banyak kasus korupsi di TNI yang sebenarnya bisa di ungkap. Kasihan orang seumur beliau “pelaku sejarah” yang sudah sakit-sakitan harus menerima beban yang berat yang secara psikologis tidak semua orang bisa menerima. Seandainya kejadian ini terjadi  20 thn yang lalu mungkin ceritanya akan beda.

Ini adalah kesalahan masa lalu yang dibuat oleh si A, si B, si C, si D dst, kesalahan admisitratif, kesalahan prosuderal, kesalahan tindakan yang berakibat fatal.

Jadi yang harus ditindak adalah si A, si B, si C dst tadi.

Bisakah, ada nyalikah, maukah….??? Entahlah…!!!!

ADA APA DENGAN TNI YANG PRESIDENNYA MANTAN TNI…..????

Kuatkan hatimu sang prajurit sejati, PELAKU SEJARAH.

ISRAN PANJAITAN

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s