MEMBANGUN STUDIO REKAMAN SEDERHANA DI RUMAH

Studio Rekaman Rumahan saat ini sedang menjamur di Indonesia, tidak hanya milik orang-orang yang berada di Kota besar saja, tetapi sudah sampai ke kota-kota kecil bahkan sampai ke gang-gang sempit. Kemajuan teknologi adalah salah satu penyebabnya dan salah duanya adalah Internet sedangkan salatiganya ya di Jawa Tengah (he.. he… he..),  salah empatnya ya orang-orang yang seperti saya ini juga semakin banyak. Untuk itu saya mau berbagi pengetahuan sedikit yang saya ketahui tapi sebelumnya kita pahami dulu hal- hal berikut ini.

PENGERTIAN ANALOG & DIGITAL

Semua yang bisa dilihat dan dipahami manusia berada di dalam dunia analog (analog domain). Komputer dan media penyimpanan atau pemroses digital tidak mengenal dunia analog. Ia hanya mengenal dunia digital. Oleh karenanya, sebelum data bisa diproses dan disimpan oleh perangkat digital, data analog terlebih dahulu harus dikonversi menjadi data digital. Selanjutnya, data digital kembali dikeluarkan atau diubah menjadi data analog saat dibutuhkan. Misalnya: Suara kita berbicara merupakan data analog. kemudian diterima oleh microphone, lalu diubah ke dalam data digital. Data digital inilah yang akan diproses dan disimpan oleh komputer. Selanjutnya, ketika suara tadi dimainkan ulang, maka data digital dipanggil dari media penyimpanan komputer untuk kemudian dikonversi ke dalam bentuk data analog. Akhirnya, data analog inilah yang akan didengar oleh telinga manusia melalui speaker.

CONVERTER

Untuk mengubah data analog dan digital dibutuhkan sebuah alat yang disebut CONVERTER yang fungsinya merubah data Digital ke Analog (D/A atau DAC) dan Analog ke Digital (A/D atau ADC). Atau bahasa sehari-harinya sering disebut Converter AD/DA, maksudnya Converter Analog Digital – Digital Analog. Peran alat ini sangat penting karena ia yang akan menerjemahkan bahasa antara dua bentuk yang tidak saling mengerti. contoh si Isran yang orang Batak “hanya” mengerti bahasa Batak (he.. he .. kan AKU orang Batak Bah..), sementara si Marzuki yang orang Aceh “hanya” mengerti bahasa Aceh (he.. he.. lagi… kan AKU orang Aceh juga alumni Aceh, kebetulan teman saya “Marzuki” sound enginer di TVRI Sta. Banda Aceh, mudah2an dia baca), si Isran & si Marzuki yang hanya bisa bahasanya sendiri tidak akan pernah bisa berkomunikasi. Supaya mereka dapat berkomuniksi maka diperlukan penterjemah. Di sinilah permasalahnnya, kalau penterjemahnya kurang baik maka yang disampaikanpun kurang baik, bahkan bisa jadi salah (gak yambung gitu lo..). Yang dibilang A yang disampaikan B (wah gawat kalau salah pengertian bisa berantem nih….). Oleh sebab itu kita butuh penterjemah yang berkwalitas yg nilai TOEFL nya bagus (he.. he.. he… bhs inggris kaleee….). Jadi pilihlah Converter yang berkwalitas karena dialah sumber utama yg pertama sekali menyampaikan pesan atau Data.

SAMPLE RATE

Sample rate digunakan untuk mendefinisikan jumlah sampel yang diambil per detiknya. Sampel ini tentunya digunakan untuk merepresentasikan data analog di dalam dunia digital. Secara teori, semakin tinggi sample rate, maka semakin tinggi jumlah sampel yang diambil per detiknya dan tentunya kualitas yang dihasilkan juga semakin baik. Format standar yang umum digunakan untuk sample rate adalah 44.1 dan 48 kHz. Nilai lainny biasanya merupakan faktor kelipatan dari dua nilai ini (misalkan 88.1 kHz, 96 kHz, ataupun 176,2 dan 192 kHz).

PERSIAPAN INSTRUMENS

Nah tiba saatnya mempersiapkan peralatan apa aja yang dibutuhkan, yang jelas ya Komputernya lah atau PC karena akan digunakan untuk melakukan berbagai pengolahan atau editing dari hasil rekaman. Sebaiknya PC yang digunakan berkecepatan tinggi biar gak ngerepotin walaupun ada standart minimal misalnya P-III dsb juga bisa, tapi saran saya sebaiknya spesifikasinya adalah prosesor 3 GHz ke atas, memori 1 atau 2 GB, dan hard disk minimal 120 GB. Komponen lain, seperti video card, sebenarnya tidak terlalu banyak berpengaruh. Tapi kalau bisa gunakan video card yang memiliki dual output agar Anda bisa menggunakan dua tampilan. Monitor juga sebaiknya berukuran minimal 17” dengan resolusi minimum 1280×1024, ya cinccailah kalo lg bokek yg 14″ juga “dang pola Boha” (Batak lagi nih) maksudnya gak masalah.

Abes itu ko pilihlah Sound card yg paten kali jgn yg ecek2 (medan banget nih..) karena fungsinya untuk mendengar ataupun merekam suara, seperti yg sudah kita bahas tadi (Converter). Banyak pilihan sound card di pasaran. Untuk keperluan rekaman, sebaiknya Anda memilih sound card yang dikhususkan untuk keperluan Recording kalau bisa yang byk input/ output. Untuk kebutuhan studio sederhana, minimal gunakan sound card dengan 4 input/4 output seperti yang saya gunakan saat ini (Presonus). Untuk yang kelas menengah ke atas ada yang menyediakan lebih dari 8 input/8 output. Konektivitas yang lebih baik (seperti output balanced XLR/TRS, microphone pre-amp dengan Phantom Power 48V, konektor MIDI, dan feature lainnya), kalau bisa yang ada konektor MIDI nya.

Monitoring speaker atau headphone biasa digunakan untuk memantau hasil rekaman atau mixing Anda. Dengan speaker monitor yang baik, Anda bisa menentukan komposisi suara (bass, mid, treble, noise, dan sebagainya) dengan benar. Tanpa speaker yang baik dan benar, Anda mungkin akan kesulitan dalam menemukan kelemahan-kelemahan dalam hasil rekaman/mixing. Speaker monitor biasanya berjenis aktif (ada amplifier di dalamnya), magnetically shielded, dan juga memiliki konektor input balanced.

Microphone biasa digunakan jika kita ingin mengambil suara dari luar. Bisa berupa vokal ataupun berupa instrumen alat musik. Microphone didesain untuk keperluan berbeda-beda, misalkan untuk vokal wanita/pria, untuk gitar, drum dsb. Pemilihan microphone yang tepat tentunya sangat disarankan agar kualitas akhirnya menjadi baik.

Setelah itu masuk ke pemilihan yang sering dianggap sepele padahal sangat berpengaruh terhadap hasil akhir yaitu sistem perkabelan atau wire (wayer kata orang medan), pilihlah kabel dan konektor dengan sistem tiga jalur (sinyal, sinyal out-of-phase, dan ground) yg lebih dikenal dgn istilah balanced, bukan yg dua jalur (sinyal dan ground) atau yg lebih dikenal dengan istilah unbalanced. Konektor balanced sering digunakan dalam dunia rekaman karena standar balanced ini lebih tahan terhadap noise. Bisa dikatakan, hampir semua peralatan interkoneksi dalam industri rekaman (sound card, mixer, microphone, dan speaker) menggunakan koneksi ini.

Demikian dulu uraian dari saya semoga bermanfaat, apabila ada kekurangan mohon di tulis di “komentar”. Saya bukan ahli Recording punya pengalaman cuma sedikit “seujung kuku doang” tetapi gak ada salahnya berbagi ilmu, kalau ada yang lebih ahli jangan segan-segan “BAGI DONG ILMUNYA” dengan senang hati saya terima.

SELAMAT MENCOBA, SEMOGA SUKSES SES… SES… SES… SES… (kok ada delaynya ya…..) he… he… he…

PERMATA STUDIO

ISRAN PANJAITAN

Iklan

11 comments

  1. @jasadh:kira2 7 juta bro…bisa cek di musiktek tuh paket murah..selamat berburu..Salam

    @b.isran:boleh lah info untuk basic knowledge yang di bahas,hahahha..kereen…bang…aku nyari dong speaker monitor second yang harga nya 1.5 juta,ada ga bang??…ga ada duit nih,ini juga duit sendiri..hahhaha…merek apa yang ada bang???

    • thks jos apresiasinya, kalo monitor budget 1,5jt bisa dpt ESI nEar4 (murah meriah & laris manis saat ini) hrg di pasaran 1,8 – 2.2jt, kalo kamu minat 1,5 jt bisa abang usahakan (baru bukan second), he he he….

  2. cakep…oke lah bang…nanti ku kasih berita pas dana BLBI udah turun,okeeeehh..itu berapa inch cone nya bang??aku sudah lama ngincer itu,tapi di pasar pada kosong…mudah2AN abang punya stok..wehwhw…nanti ku sms kalo sudah siap bang..thnx ya

  3. saya ingin membuat studio rekaman yang murah tapi bagus, kira-kira biaya berapa dan kemana saya harus beli peralatan dan softwere nya sekalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s