SELAMAT DATANG DI DUNIAKU, HORAS……!!

ISRAN PANJAITAN


Mauliate, terimakasih, thks, terimong gaseh, kurre sumanga’, makasih beu, xie xie atas apresiasinya yang uda mo mamper di blogku yang sederhana ini, aku cuma orang biasa yang gak biasa supaya jadi biasa makek blog yang biasa, dengan tulisan yang biasa yang kadang kala aku rangkum dari dunia maya yang amat luar biasa  seperti website, blog, forum, social networking, situs-situs berita online, email dll yang sedikit dimodifikasi, pokoknya yang kayak gitu lah seperti biasanya.

Buat sahabat sahabatku di dunia maya yang bersedia tukeran link denganku ISRAN PANJAITAN , boleh tuh tukeran supaya lebih akrab gitu lohh, kayak orang orang.

Tapi jangan lupa nama blogku harus ditulis begini:

ISRAN PANJAITAN

Kisah di balik “Acara Itu”

http://luhutpandjaitan.com/in/artikels.php?p=301

Tanggal 30 Desember, seperti banyak orang Indonesia lainnya, saya sedang berada di luar kota bersama keluarga menjalani liburan pergantian tahun, ketika saya menerima telepon dari Sekretaris Negara yang meminta saya menghadiri sebuah acara di Istana Negara keesokan harinya.

Menjawab pertanyaan saya “Acara apa?” jawaban yang saya terima adalah “Acara itu…”

Karena tidak jelas saya tanya lagi, “Maksudnya?”

Jawabannya “Ya, acara itu, Pak.”
Baca lebih lanjut

50 Fakta di Indonesia

1. Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan maksimal selama 75 tahun; dan di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing (Sumber : Salamuddin Daeng(SD), Insititut Global Justice (IGJ)

2. Sebanyak 85% kekayaan migas, 75% kekayaan batubara, 50% lebih kekayaan perkebunan dan hutan dikuasai modal asing. Hasilnya 90% dikirim dan dinikmati oleh negara-negara maju. Sementara Ch Baca lebih lanjut

Ibu Negara Indonesia: Iriana Joko Widodo

SOLO – Padi semakin berisi akan semakin menunduk. Mungkin inilah yang bisa digambarkan dari sosok Iriana Joko Widodo. Ibu Negara itu sejak SMA dikenal sebagai sosok yang pandai dan pendiam. Gambaran inilah yang diungkapkan Puji Rahayu, salah seorang guru bimbingan penyuluhan (BP) di SMA 3 Surakarta. Sebagaimana diketahui, SMA tersebut merupakan tempat sekolah Iriana pada 1980.

“Iya itu, Beliau anaknya pendiam dan jarang bicara kalau tidak penting. Beda dengan teman-teman lainnya,” ujar Puji yang mengatakan tiga bulan lagi dirinya akan pensiun itu saat ditemui Okezone, Selasa (21/10/2014). Atas tabiatnya itu, perempuan yang kerap disapa Ana tersebut tidak banyak dikenal di sekolah. Selama belajar tiga tahun itu, tak pernah satu kali pun Iriana dipanggil ke BP karena bermasalah di kelas. “Bahkan, absensi Iriana selalu penuh dan tak pernah sekalipun bolos sekolah,” kenangnya.

Baca lebih lanjut